Tahun 2013 menjadi titik awal perjalanan kami, dengan nama MAMA ANA yang terinpirasi dari sosok mama, figur yang lekat saat kita bicara soal rasa & dapur, namun dalam perjalanannya kami bertemu begitu banyak perempuan petani & pengrajin yang berperan besar dibalik perjalanan ini yang kemudian memberinya makna yang lebih; nama ini tentang ketangguhan & kekuatan perempuan dalam menjaga alam, tradisi dan kehidupan.
Kami percaya bahwa mengolah pangan lebih dari sekedar menciptakan produk, tetapi juga memberi nilai tambah. tidak harus melalui hal yang baru, tetapi dari cara baru memandang apa yang ada disekitar.
Melalui aneka produk berbasis bahan lokal—mulai dari olahan kacang tanah, kacang Kenari Alor, Mede, serelia, hingga gula lontar—MAMA ANA menghadirkan pilihan segar untuk menikmati pengalaman rasa yang berbeda. Setiap produk hadir melalui proses sederhana yang menjaga rasa tetap otentik, dan membawa cerita tentang alam dan budaya
Kami berkomitmen menjalankan pengolahan pangan yang baik, bersih, dan bertanggung jawab, dimulai dari seleksi bahan baku yang berkualitas & terstandard, proses pengolahan yang ringkas dan bebas dari bahan tambahan pangan (non ultra process food), serta mengutamakan keamanan dan konsistensi mutu di setiap tahapan produksi.
Inovasi menjadi salah satu pilar penting bagi MAMA ANA . Kemudahan & kecepatan berkomunikasi dengan pelanggang dan mengakses informasi diera digital ini menjadi topangan kami mendapatkan insight selera & kebutuhan konsumen dengan lebih cepat dan terarah guna inovasi produk dan layanan yang kekinian dan relevan dengan selera & trend pasar, dengan tetap berpijak pada akar tempat kami tumbuh.